Perhatikan
Gambar.1.
Gambar.1.
Pada gambar terlihat sebuah lingkaran yang terbagi
empat bagian oleh sumbu koordinat. Setiap bagian tersebut dinamakan kuadran. Terlihat
pusat lingkaran adalah titik O, juga terlihat sumbu X dan sumbu Y.
Untuk sumbu X di sebelah kanan pusat lingkaran
dinamai sumbu X+, sedanghkan sebelah kiri pusat lingkaran dinamai sumbu X-.
Untuk sumbu Y disebelah atas pusat lingkaran
dinamai sumbu Y+,
sedangkan sebelah bawah pusat lingkaran dinamai sumbu X-. Lebih
rinci akan didapatkan :
Daerah X+OY+ disebut kuadran pertama.
Daerah X-OY+ disebut kuadran kedua.
Daerah X-OY- disebut kuadran ketiga.
Daerah X+OY- disebut kuadran keempat.
Besar sudut positif diukur berlawanan arah putaran jam, dan selalu
dihitung mulai dari sumbu X+. Secara jelasnya perhatikan gambar.2
dibawah ini.
Gambar.2.(a)
Gambar.2.(b)
Gambar.2.(c)
Gambar.2.(d)
Pada gambar.2 kita dapati :
Besar
sudut kuadran pertama adalah antara 0o dan
90o.
Besar
sudut kuadran kedua adalah antara 90o dan
180o.
Besar
sudut kuadran ketiga adalah antara 180o dan 270o.
Besar
sudut kuadran keempat adalah antara 270o dan 360o.
Hal perlu dipahami untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri suatu sudut yang berpusat di titik O dan berujung di tritik (x, y) serta berjari jari
Sin θ = y/r, perbandingan antara ordinat dengan jari-jarinya.
Cos θ= x/r, perbandingan antara absis dengan jari-jarinya.
Tg θ = y/x, perbandingan antara ordinat dan absisnya.
Nilai r selalu positif , sedangkan untuk x dan y kita buat batasan sbb :
Pada OX+ = nilai x positif .
Pada OX- = nilai x negatif.
Di atas X-X+ = nilai y positif.
Dibawah X-X+ = nilai y negatif.
A. PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SUDUT KUADRAN I.
Gambar.3
Pada Gambar.3 terlihat x<0 dan y<0,
jadi :
Cos
α < 0 Tg α
< 0
Sin α < 0 Ctg α < 0
Terlihat juga
Sin β = x/r dan Sin
α = y/r
Cos β = y/r Cos α = x/r
Ctg β = y/x Tg α = y/x
Maka
didapat :
Sin α = Cos β Cos
α = Sin
β Tg
α = Ctg
β
= Cos (90o - α) = Sin (90o - α) = Ctg (90o - α)
= Cos (π/2 - α) = Sin (π/2 - α) = Ctg (π/2 - α)
Karena
sudut α berada pada kuadran pertama, maka 0o < α <90o
serta
Persamaan penting yang
didapat pada kuadran pertama adalah :
Sin α = Cos (90o - α)
Cos α = Sin (90o - α)
Tg in α = Ctg (90o - α)
B. PERBANDINGAN
TRIGONOMETRI SUDUT KUADRAN II.
Karena
sudut α berada pada kuadran kedua, maka 90o < α <180o
serta
Gambar.4
Pada gambar.3 terlihat titik A(x,y) dan
titik B(x’,y’). Titik B merupakan proyeksi dari titik A.
Besarnya sudut α yang
berada pada kuadran kedua adalah α = 180o – α.
Terlihat juga hubungan
x
= -x’
y
= y’
Sin α = y’/r Cos α = x’/r Tg
α = y’/x’
= y/r = -x/r = y/-x
Sin
(180o - α) = y/r Cos (180o - α) = -x/r Tg (180o
- α) = -
y/x
= Sin α = -Cos α = -Tg α
Persamaan penting yang
didapat pada kuadran kedua adalah :
Sin (180o
- α) = Sin
α
Cos (180o - α) = - Cos α
Tg
(180o - α) = - Tg α
Gambar.5.
Dalam gambar.5 terlihat OA berada dalam
kuadran ketiga. O adalah sebuah titik pusat lingkaran, dan A adalah sebuah
titik di kuadran ketiga. Titik B adalah
proyeksi titik A, dimana garis AB adalah sebuah diameter lingkaran.Misalkan
<XOB = α, maka <XOA = 180o+α. Kita juga dapati hubungan :
x
= -x’
y
= -y’
Sin α = y’/r Cos α = x’/r
Tg α = y’/x’
= -y/r = -x/r = -y/-x = y/r
Sin (180o+α) = -y/r Cos (180o+α) = -x/r
Tg (180o +α) = y/r
= - Sin α = - Cos α = Tg α
Karena
sudut α berada pada kuadran ketiga, maka 180o < α < 270o
serta
Persamaan penting yang
didapat pada kuadran ketiga adalah :
Sin (180o
+ α) = -Sin
α Sin (π + α) = -Sin α
Cos (180o + α) = - Cos α atau Cos (π + α) = - Cos α
Tg (180o + α) =
Tg α Tg (π + α) = Tg α
D. PERBANDINGAN
TRIGONOMETRI SUDUT KUADRAN IV.
Pada gambar.6 terlihat titik B adalah
proyeksi dari titik A. Terlihat juga <XOA = <XOB, maka kita dapati
hubungan
x
= x’
y
= -y’
Sin
α = y’/r Cos α = x’/r Tg α = y’/x’
= -y/r = x/r = -y/x
Sin (360o - α) = -y/r Cos (360o - α) =
x/r Tg (360o
- α) = -y/x
= - Sin α = Cos α = -Tg
α
Karena
sudut α berada pada kuadran keempat, maka 270o < α < 360o
serta
Persamaan penting yang
didapat pada kuadran ketiga adalah :
Sin (360o
- α) = -Sin
α Sin (2π - α)
= -Sin α
Cos (360o
- α) = Cos α atau Cos (2π - α) = Cos
α
Tg (360o
- α) = -Tg α Tg (2π - α) =
-Tg α
E. PERBANDINGAN
TRIGONOMETRI SUDUT NEGATIF
Sudut negatif (-α), artinya besar sudut
diukur searah putaran jarum jam.
Gambar.7.
Pada gambar.7 terlihat titik A dan titik
B yang merupakan proyeksi dari titik A. Dari gambar diatas didapati hubungan :
x
= x’
y
= -y’
Sin (–α) = y’/r
Cos (–α) = x’/r Tg (–α) = y’/x’
= -y/r = x/r = -y/x
= -Sin α = Cos α = - Tg α
Jadi
untuk setiap α didapat hubungan
Sin (–α) = - Sin α
Cos (–α) = Cos α
Tg (–α) = - Tg α
F. PERBANDINGAN
TRIGONOMETRI SUDUT YANG LEBIH DARI 360O
Gambar.8.
Pada gambar.7 terlihat besar sudut satu
putarran adalah 360o, jika besar sudut lebih besar dari 360o, misalkan (360o + α)maka
besar sudut askan kembali ke α. Dengan demikian akan didapat hubungan :
Sin (k. 360o + α) = Sin α Sin
(k. 2π + α) = Sin α
Cos (k. 360o
+ α) = Cos α atau Cos
(k. 2π + α) = Cos α
Tg (k. 360o + α) = Tg α Tg
(k. 2π + α) = Tan α
Dimana k adalah bilangan bualt positif.
G. KESIMPULAN
Hal-hal
yang perlu diingat untuk perbandingan sudut dalm trigonometri adalah di kuadran
sudut berada, barulah dapat ditentukan besar sudutnya apakah positif atau
negatif. Berikut ini hal-hal yang perlu diingat.
Detailnya adalahDemikian bahasan kali ini. Semoga bermanfaat.
Salam,
Mas Admin.
DEWAPK^^ agen judi terpercaya, ayo segera bergabungan dengan kami
ReplyDeletedicoba keberuntungan kalian bersama kami dengan memenangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi segera buka link kami ya :)
DEWAPK^^ agen judi terpercaya, ayo segera bergabungan dengan kami
ReplyDeletedicoba keberuntungan kalian bersama kami dengan memenangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi segera buka link kami ya :)